PENINGKATAN KEMAMPUAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI GERAK BENDA DENGAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS III SD/MI … SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20xx/20xx

Materi bidang studi IPA meliputi gerak benda. Penentuan konteks pada materi yang digunakan dalam proses pengembangan pengetahuan dalam interaksi belajar mengajar didasarkan ats pertimbangan kebermanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, kedekatan dengan lingkungan peserta didik, harapan masyarakat, bangsa, dan negara untuk masa mendatang. Di samping itu dalam melaksanakan proses pembelajaran guru bebas memilih strategi yang tepat dan dapat menggunakan metode serta media yang bermacam-macam sesuai dengan konteks materi  yang diajarkan.

Sistem pembelajaran, khususnya di kalangan pendidikan dasar di Indonesia memerlukan sebuah inovasi. Hal ini dikarenakan pembelajaran di kelas selama ini dianggap kurang efektif. Siswa cenderung mengalami kebosanan, dan sebagian besar siswa menganggap pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati, terlihat jelas pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, terlihat siswa mengantuk, bermain sendiri-sendiri, bahkan ada yang kelihatan memperhatikan pelajaran, padahal melamun.

Hal ini perlu dilakukan suatu metode pembelajaran dimana pembelajaran terpusat pada keaktifan siswa, ternyata yang selama ini dilakukan adalah pembelajaran yang terpusat pada seorang guru (teatcher centered). Pembelajaran bersifat monoton, dan kurang bervariasi. Imbasnya, suasana kelas menjadi kurng aktif. Akibatnya kegiatan belajar siswa cederung sia-sia dan tidak meningkatkan pemahaman konsep secara benar. Selain itu siswa hanya berperan sebagai penerima informasi atau kaidah secara pasif, tanpa memberikan kontribusi ide atau timbal balik dalam proses pembelajaran, sehingga berakibat pada hasil belajar IPA siswa  yang rendah.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, sampai saat ini pembelajaran IPA belum menunjukkan upaya maksimal, selain banyaknya permasalahan yang dihadapi guru maupun murid yaitu sisi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan kurikulum. Keadaan ini terlihat dari pembelajaran yang masih dominan menggunakan metode ceramah, tidak melibatkan lingkungan sebagai sumber belajar, tidak memanfaatkan berbagai strategi, tidak memanfaatkan pendekatan dan model-model pembelajaran pendidikan nilai-moral yang ada. Dari hasil pengamatan di lapangan dan diskusi dengan guru-guru, diperoleh informasi bahwa mereka merasakan adanya masalah dalam pengelolaan pembelajaran IPA di kelasnya. Pada saat aktivitas pembelajaran berlangsung, peserta didik lebih banyak pasif, sedangkan guru belum memiliki kemampuan mengelola pembelajaran yang memanfaatkan pendekatan, strategi, dan model pengajaran pendidikan nilai.

Berkaitan dengan fenomena di atas, maka perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk membantu guru dalam meningkatkan daya serap pendidikan IPA pada proses pembelajaran IPA di dalam kelas. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan cara menerapkan metode pendekatan inkuiri pada kegiatan belajar mengajar.

Selengkapnya silakan hubungi admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: